Striker Nigeria, Victor Osimhen, mengungkapkan pengalamannya yang mengejutkan selama membela Napoli. Pemain berusia 25 tahun itu menilai dirinya diperlakukan “seperti anjing” oleh klub, termasuk mengalami penghinaan rasis, dan hal ini membuat hubungannya dengan klub Italia memburuk. Osimhen menegaskan perlakuan tersebut menjadi salah satu alasan ia memutuskan pindah ke Galatasaray.

Ia menuturkan bahwa kontrak perpanjangan yang ia tandatangani pada Desember 2023 menyertakan kesepakatan lisan untuk dapat pindah pada musim panas berikutnya. Namun, janji itu tidak pernah ditepati, dan manuver di balik layar membuat Osimhen merasa diperlakukan tidak adil. Ia bahkan menghapus foto-foto dirinya di Napoli dari media sosial sebagai simbol ketidakpuasan.
Perlakuan tersebut memuncak saat Napoli mengunggah video di TikTok yang menyoroti kegagalannya mengeksekusi penalti, yang dianggap mengandung unsur rasisme. Insiden itu menjadi titik balik hubungan Osimhen dengan klub dan mendorongnya untuk mengambil keputusan pindah demi karier dan kebahagiaan pribadinya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Saga Transfer dan Juventus
Selain konflik internal, Osimhen mengungkapkan bahwa kepindahannya ke Juventus pada 2024 terhalang oleh presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. Direktur Juventus saat itu, Cristiano Giuntoli, sempat menghubunginya, namun keputusan manajemen Napoli membuat transfer tersebut gagal.
Osimhen menyebut bahwa ia bisa saja bermain di salah satu klub top Serie A lainnya, tetapi ia sadar bahwa niat presiden Napoli untuk menahannya sangat kuat. Situasi ini semakin memperkuat keinginannya untuk pergi, meski manajer baru Napoli, Antonio Conte, sempat memintanya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Keputusan untuk meninggalkan Napoli akhirnya membawa Osimhen ke Galatasaray. Di klub Turki itu, ia langsung menunjukkan kualitasnya dengan memberikan dua assist saat mengalahkan Juventus 5-2 di leg pertama babak play-off Liga Champions UEFA. Performanya membuktikan nilai yang sempat ingin didapatkan Juventus.
Baca Juga: Andre de Jong Fokus Bersinar di Orlando Pirates Dipanggil ke Piala Dunia
Perjuangan dan Karier Osimhen di Napoli

Osimhen memiliki kontribusi besar bagi Napoli, termasuk membantu klub meraih gelar Serie A pertama dalam 33 tahun pada 2023 dan menjadi pencetak gol terbanyak liga dengan 26 gol. Namun, hubungan mereka mulai memburuk ketika klub mengejek kegagalannya mengeksekusi penalti dan menayangkan video kontroversial di media sosial.
Pemain Nigeria itu menekankan bahwa kegagalan mengeksekusi penalti bisa terjadi pada siapa saja, tetapi perlakuan khusus terhadap dirinya yang bernuansa rasis membuatnya kecewa. Ia juga menyatakan bahwa meskipun fans sempat meminta penjelasan, tidak ada permintaan maaf publik resmi dari klub.
Situasi ini memperjelas bahwa meski performa di lapangan gemilang, faktor manajemen dan perlakuan personal dapat sangat memengaruhi keputusan seorang pemain. Osimhen memilih meninggalkan Napoli demi rasa hormat dan kesejahteraan profesional.
Bukti Kualitas Osimhen di Galatasaray
Di Galatasaray, Osimhen membuktikan dirinya bukan sekadar pemain papan atas, tetapi juga berpengaruh dalam laga besar. Melawan Juventus, ia memberikan dua assist penting yang membantu kemenangan telak 5-2, meskipun tidak mencetak gol.
Pemain Nigeria itu menegaskan bahwa agresivitas dan permainan keseluruhannya menjadi keunggulan utama yang ia bawa ke tim baru. Eksposurnya di Liga Champions UEFA memberikan bukti nyata bagi klub besar lain tentang kemampuannya dalam pertandingan bergengsi.
Osimhen kini fokus membangun karier dan reputasinya di Turki, sambil menegaskan bahwa keputusan meninggalkan Napoli adalah langkah tepat. Pertandingan leg kedua melawan Juventus di Allianz Stadium akan menjadi ujian berikutnya untuk menunjukkan kualitas dan profesionalismenya. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballsliver.com.
