Alejandro Garnacho datang ke Chelsea dengan ekspektasi tinggi setelah kepindahannya dari Manchester United pada hari terakhir bursa transfer. Pemain muda asal Argentina itu diharapkan menjadi salah satu motor serangan baru The Blues di sektor sayap.
Namun, perjalanan awalnya di Stamford Bridge tidak berjalan mulus. Dalam banyak pertandingan, Garnacho lebih sering memulai laga dari bangku cadangan dibandingkan sebagai starter. Situasi ini membuat kontribusinya belum maksimal seperti yang diharapkan klub.
Dari total 51 pertandingan musim ini, ia hanya tampil sebagai starter sebanyak 21 kali. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan masa-masanya di Manchester United, ketika ia lebih sering menjadi pilihan utama di lini serang.
Performa Inkonsisten dan Persaingan Ketat
Secara statistik, Garnacho mencatat delapan gol dan empat assist di semua kompetisi bersama Chelsea. Namun, sebagian besar kontribusi tersebut terjadi saat menghadapi tim dari kasta lebih rendah di ajang piala domestik. Di Premier League, ia baru mencetak satu gol saja, angka yang dianggap belum cukup untuk pemain dengan harga dan ekspektasi sebesar dirinya.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Kondisi ini membuat posisinya di skuad utama semakin tidak aman.Manajer Chelsea, Liam Rosenior, dikabarkan belum sepenuhnya yakin dengan konsistensi Garnacho. Sejak menangani tim pada Januari 2026, ia hanya memberi empat kesempatan starter di liga kepada sang winger. Â Di sisi lain, persaingan di posisi sayap semakin ketat dengan hadirnya Pedro Neto sebagai pilihan utama, serta rekrutan baru Jamie Gittens yang juga bersaing meski saat ini sedang cedera.
Baca Juga:Â Michael Owen Tegas Bela Michael Carrick dari Kritik Para Legenda
Masa Sulit dan Penyesalan dari Masa Lalu
Perjalanan Garnacho juga tidak lepas dari berbagai kontroversi sejak masih di Manchester United. Ia sempat terlibat ketegangan dengan pelatih Ruben Amorim, terutama setelah final Liga Europa dan beberapa keputusan taktik yang membuatnya tersingkir dari skuad utama.
Situasi tersebut membuatnya berada dalam posisi sulit hingga akhirnya masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas. Bahkan, pada beberapa momen ia sempat dipisahkan dari tim utama dalam sesi pramusim. Garnacho sendiri mengakui bahwa ia menyesali sebagian tindakannya di masa lalu.
Ia menyebut bahwa keputusan dan sikapnya saat di United tidak selalu tepat, meski hal itu merupakan bagian dari proses pendewasaan sebagai pemain muda. Ia juga menegaskan bahwa kini dirinya bangga bermain untuk Chelsea dan ingin terus berkembang di level tertinggi. Meski demikian, masa lalunya tetap menjadi sorotan dalam perjalanan kariernya.
Masa Depan di Stamford Bridge yang Belum Pasti
Di tengah performa yang belum stabil, Chelsea dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi untuk melepas Garnacho pada musim panas 2026. Situasi ini muncul karena klub ingin menyeimbangkan skuad dan meningkatkan efektivitas lini serang. Meski begitu, Rosenior sempat memberikan penilaian positif terhadap sang pemain.
Ia menilai Garnacho memiliki potensi besar, terutama dalam hal kecepatan dan kemampuan individu yang bisa menjadi senjata penting tim. Namun, Rosenior juga menekankan bahwa tantangan terbesar bagi pemain muda seperti Garnacho adalah konsistensi. Tanpa performa yang stabil, sulit bagi seorang pemain untuk mempertahankan tempat di tim utama.
Kini, masa depan Garnacho di Chelsea masih belum jelas. Ia berada di persimpangan antara bertahan untuk membuktikan diri atau meninggalkan klub demi mencari peluang baru yang lebih menjanjikan. Manfaatkan juga waktu Anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang sepak bola menarik lainya hanya dengan klik footballsliver.com.